Langkah Muslimah di Tengah Kebangkitan Umat Islam
Oleh Nur Fadilah
Indikasi sekelompok orang dapat dikatakan bangkit apabila terjadi perubahan yang baik dari diri sendiri maupun orang yang disekelilingnya. Kebangkitan yang dimulai dari diri sendiri, akan menjadi semangat untuk kebangkitan orang lain. Tidak hanya itu, ia dapat menjadi sorotan dalam memperbaiki sistem yang rusak selama ini. Bangkit dari keterpurukan, merupakan imbas yang luar biasa karena telah mengambil pelajaran untuk kedepannya. Perubahan baik dari segi budaya, social, maupun agama menjadi pengaruh dalam berkehidupan dan berkebangsaan. Apalagi kegoncangan dalam berproses akan menambah girah untuk istiqomah di jalan Allah.
Berperan untuk kebaikan adalah jalan yang benar dan dianjurkan. Karena dalam kebaikan terdapat nilai positive secara horizontal dan pahala baginya secara vertical. Manusia baik laki-laki dan perempuan memiliki kewajiban dalam hal ini. Mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang munkar menjadi slogan manusia untuk mendamaikan diri. Tidak mengenal ras, suku, atau warna kulit. Semua manusia menjadi pengemban amanah untuk menjadi da’I (pengajak). Tidak menutup jalan untuk para muslimah. Orang-orang disekitar telah menunggu hak mereka untuk dituntun ke jalan yang benar. Muslimah menjadi peran penting dalam misi ini dan langkahnya sangat diperlukan.
Aktualisasi seorang muslimah terasa hangat dalam pembicaraan. Kerudung dengan gamis yang indah, mudah ditemukan dalam kehidupan nyata. Dahulu, muslimah berhijab saja sulit ditemukan. Dengan semakin luasnya dakwah, hal itu menjadi langkah awal yang baik. Pakaian yang sopan terlihat global, meskipun masih banyak yang belum meneguhkan hati untuk istiqomah. Dalam menjaga diri, pakaian syar’I adalah pedomannya. Menutup seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan serta tidak ada lekukan tubuh, menjadi sempurna dalam penjagaan perhiasan dunia ini. Setidaknya, berusaha untuk berpakaian sopan dalam pandangan Islam.
Dalam perkembangannya, pakaian muslimah mengalami perubahan. Dahulu, muslimah lebih suka memakai songkok saat keluar rumah. Setelah itu mulai memakai hijab atau jilbab sesuai tuntunan. Dan sekarang hijab panjang mudah ditemukan. Online shop cukup membantu dalam hal ini. Fashion syar’I yang dikemas sesuai perkembangan zaman, menjadi langkah baik dalam kebangkitan umat. Beruntungnya, Rasulullah menyelamatkan wanita dari zaman jahiliyah. Jika tidak, muslimah tidak dapat merasakan manisnya iman saat ini.
Selain pakaian dalam menjaga kehormatan, Islam juga mengajarkan muslimah dalam pergaulannya. Berpenampilan baik dan bertutur kata yang baik pula. Tidak sembarangan dalam bercanda, menjadi penjagaan diri didepan khalayak ramai. Menjaga ibadah agar selalu dekat pada-Nya. Sifat-sifat yang tercermin, menjadikan muslimah sebagai panutan. Maka hiasilah dengan kelembutan, ketenangan, dan ketaatan. Aktif dalam pengembangan diri melalui organisasi, adalah pembelajaran yang baik untuk bersosialisasi dan menjadi bekal pembelajaran sebagai calon madrasatul ula. Ini menjadi amal muslimah dalam bergaul. Dengan tutur kata yang baik, muslimah dapat mengajak seseorang untuk melakukan kebaikan. Keistimewaan muslimah ialah menyampaikan dari hati ke hati dan sampai ke hati pula. Hati yang bersih akan menghasilkan dakwah yang terbaik. Penampilan yang baik membuat orang lain yakin bahwa ia sedang belajar pada muslimah yang baik pula. Kemasan menjadi penilaian seseorang. Dan isi menjadi buktinya. Begitu pula muslimah. Fashion syar’I yang baik akan menghasilkan keyakinan seseorang. Ditambah hati yang baik akan menambah keyakinan bahwa ia adalah panutan umat. Dengan demikian, orang lain akan belajar dari aura positif yang muslimah itu miliki dan menjadi nilai kebangkitan umat.
Muslimah juga menjadi sahabat bagi pasangan halalnya. Melayani suami dengan kasih saying serta keridhoan Allah menjadikan hubungan semakin harmonis. Muslimah menjadi alasan suami untuk tetap bertahan dalam kekeluargaan ini. Di Pengadilan Agama, sangat tinggi tingkat perceraian. Tentu hal ini sangat tidak diinginkan. Muslimah yang baik menjadi pendorong semangat dan kelanggengan. Ia juga menjadi alasan pemicu untuk merendahkan tingkat perceraian. Banyak sekali, muslimah yang sudah berhasil dalam hal ini, membuka wadah sharing di kalangan ibu-ibu. Itu artinya dakwah dapat tersampaikan. Diri yang dimulai dengan sifat-sifat kesholehan, akan tererminkan dan menjadi pengajak muslimah lain untuk ikut taat. Jika diperhatikan, apabila seorang muslimah memiliki 10 teman sharing, maka hal-hal yang tidak diinginkan akan segara terminimalisir. Maka dari itu, ini juga merupakan langkah penting dalam menciptakan muslimah yang sejati.
Tentunya, muslimah yang sudah banyak belajar dan menjaga diri, akan berpikir jauh ke depan. Iya, masa depan untuk generasi Islam yang taat. Di masa muda, ia sudah merancangkan pola kehidupan yang sangat menarik. Cita-citanya sangat sederhana. Menjadi ibu sholehah untuk anak-anak sholeh dan sholehah pula. Untuk menciptakan generasi seperti ini, tentu sangat banyak yang harus disiapkan. Dengan memiliki kebiasaan yang baik, maka kebaikan dan ke-sholehah-an itu terpancar menjadi aura baginya. Muslimah yang rajin beribadah akan menghadirkan generasi yang taat. Sebaliknya, muslimah yang sering mengabaikan pesan-pesan kebaikan, akan menghadir generasi yang suka membantah kebaikan pula. Dan generasi yang baik itu, akan menjadi panutan di masa depan untuk kebangkitan umat islam sepeninggalan ayah dan ibunya.
Kebaikan adalah pesan moral yang harus ditanam sejak dini. Menjadi sholehah adalah cita-cita dan tujuan dalam membangkitkan umat Islam. Terutama mensholehahkan diri sendiri terlebih dahulu, adalah langkah awal dalam kebangkitan umat. Karena kebaikan itu dimulai dari diri sendiri. Dan kebangkitan itu ada ketika diri sendiri dan orang lain yang disekitarnya merasakan perubahan kebaikan itu. Abbas Kararat mengungkapkan, “Ibu bagaikan sekolah, bila anda mempersiapkannya secara baik, berarti anda telah mempersiapkan generasi bangsa dengan integritas kepribadian yang baik”. Maka generasi baik itu lahir dari dirimu.
Selasa, 16 Oktober 2018
Selasa, 24 Juli 2018
Produsen of Change
Setiap orang memiliki masa depan, baik masa depan yang cerah
ataupun yang buram. Semua bergantung kepada individu. Masa depan bukan menunggu
takdir dengan mempercayai ramalan, tetapi dimulai dengan niat dan kerja keras
serta tanggung jawab untuk mewujudkan suatu visi. Masa depan adalah perjalanan
dan proses yang kompleks, tidak ada jalan yang mudah untuk masa depan terbaik. Masa depan
yang lebih baik dapat terwujud ketika Anda sadar untuk mengikuti
perubahan bahkan menjadi pelaku perubahan itu.Seseorang yang mau berpikir untuk
masa depan adalah orang yang memiliki peluang besar untuk kesuksesan. Bagaimana
tidak? Baginya, niat yang besar adalah langkah awal yang besar untuk mencapai
sesuatu yang besar. Bayangkan saja apabila seseorang tidak memiliki niat yang
besar, mustahil baginya untuk mencapai semua itu. Karena Nabi SAW. mengatakan
semua amal bergantung kepada niat. Benjamin Franklin, seorang ilmuwan Amerika
mengatakan “Dengan gagal merencanakan, Anda sedang merencanakan kegagalan.”
Gagal disini bisa diartikan dengan tidak adanya niat dalam berencana. Maka
bagaimana mungkin seseorang yang tidak berniat akan mendapatkan hasil yang luar
biasa?
Djajendra,
seorang motivator pernah mengatakan, “Menuju masa depan yang lebih baik seperti
mendaki gunung. Kadang harus turn lembah sebelum naik ke puncak, kadang jalan
sangat licin dan mudah terpeleset, kadang kelelahan dan harus memulihkan
tenaga, banyak resiko yang harus dihadapi sebelum sampai di puncak tertinggi.
Bila Anda yakin, percaya diri, sabar, tegar, belajar, kuat mental, kuat fisik,
menyenangi proses, ikhlas dengan kenyataan yang tidak diinginkan, maka masa
depan yang lebih baik dapat Anda capai.”
Di
saat seseorang terlalu santai dalam hidupnya dan tidak memikirkan apapun selain
kemalasan dan keterlenaan terhadap dunia fana, maka ia tidak ada apa-apanya
dibandingkan kucing yang selalu mencari makan untuk anaknya. Apakah sama orang
yang merangkak dengan berlari? Apakah sama orang yang bangun pagi dengan yang
terlambat bangun? Tentu tidak.
Namun
sebaliknya, ternyata masih banyak di sekeliling kita, orang yang bisa
menghindari segala keterpurukan itu. Semua ia lakukan untuk kemajuan dirinya,
keluarganya, bangsa dan negaranya. Mungkin Anda adalah salah satu di antaranya.
Lalu,
bagaimanakah persiapan saat ini? Tentu jika ingin hasil yang memuaskan
membutuhkan pengorbanan yang besar pula. Pengorbanan dari sisi tenaga, pikiran,
waktu, semuanya harus dikorbankan. Tidak ada lagi kata “lalai”, melainkan
mengubahnya dengan “rajin dan fokus”. Apabila saat ini orang Barat sedang
mempersiapkan masa depan, maka seyogyanya kita berlari mengejarnya. Kesempatan yang ada di depan mata jangan
sampai disia-siakan. Bila kegagalan menghampiri, maka itu hanya keberhasilan
yang tertunda.
Setelah
Anda memiliki niat yang besar, maka langkah selanjutnya ialah tidak takut
mencoba sesuatu hal yang terlihat baru. Bisa jadi itu adalah kesuksesanmu yang
sebenarnya. Hanya orang yang memiliki kemauan yang bisa mendapatkannya. Apabila
Anda bukan orang yang berani, tidak mengapa. Karena untuk menjadi sukses,
keberanian bukanlah tolak ukur yang utama. Melainkan “kemauan” tinggi menjadi
pertimbangan dalam mencapai kesuksesan.
Selanjutnya,
seseorang yang ingin memiliki masa depan yang lebih baik, tidak akan
menyia-nyiakan waktu luangnya hanya untuk menuruti hawa nafsu. Ia akan bangun
lebih awal, kemudian berlari mengejar target-target yang telah disusun rapi.
Kebiasaan buruk juga dapat menghalangi kesuksesannya. Mungkin di antara kita
memiliki kebiasaan buruk masing-masing. Maka mulailah untuk mengubahnya dengan
hal-hal baru dan bermanfaat.
Tidak
hanya sampai disitu, Anda akan mendapatkan masa depan yang cerah apabila
dilakukan dengan cara cerah pula, di antaranya menambah wawasan. Dengan begitu, pemikiran yang mendunia akan membantunya
hidup mendunia, bahkan negara ini juga akan mendunia. Dengan tangannya , negara
berubah peradabannya.
Kemudian,
selain wawasan yang luas, ada hal yang paling penting, yaitu pengalaman
organisasi. Di lingkungan kita banyak sekali organisasi kemasyarakatan. Dengan
pengalaman tersebut, ada banyak manfaat yang didapatkan, seperti public
speaking, leadership, training motivation dan lain sebagainya. Semua itu sangat
mendukung dalam melakukan perubahan. Relasi yang banyak membuat diri kita mudah
berinteraksi, bahkan melancarkan rezeki. Dengan duduk di antara orang-orang
hebat, membuat diri menjadi calon hebat pula. Karena lingkungan memberi
pengaruh yang kuat untuk pengembangan diri seseorang. Anda bisa menanyakan diri
Anda, bersama siapa Anda berteman. Itulah diri Anda sebenarnya.
Di
dunia juga pasti ada persaingan. Diri yang tidak mudah goyah akan mampu
bersaing. Persiapan ini sangat dibutuhkan untuk puncak dari kesuksesan dan
bersaing secara profesional. Tidak dipungkiri juga, semua itu dapat diraih
dengan bekerja keras. Sejarah mengingatkan bahwa, seorang pemuda dapat
menaklukan Konstantinopel dalam usia 21 tahun. Ia adalah Muhammad Al Fatih.
Atas kerja keras dan kecerdasannya, ia dapat menaklukan kota tersebut.
Keinginan
tidak dapat menentukan masa depan karena keinginan belum Anda miliki. Tindakan
yang akan memberikan jawaban dari semua itu. Apa yang ditanam hari ini akan
menghasilkan sesuatu di masa depan. Maka jadilah bijak dan cerdas dalam
bertindak dan bersikap terhadap segala sesuatu. Hilangkan keraguan dan berjuang
secara totalitas untuk membentuk masa depan yang lebih baik.
Dengan
demikian, apabila melakukan semua proses kesuksesan, maka yakinlah bahwa
kesuksesan itu akan dekat. Hanya ada 2 pilihan, pemuda penuntut perubahan atau
pemuda pelaku perubahan. Semua pilihan
ada di tangan Anda, bukan orang lain. Persiapkan diri Anda untuk masa depan
yang lebih baik, karena Anda adalah Produsen of Change.
3rd Essay Competition in Event of Muslimah Fun Sharing USU 2017
3rd Essay Competition in Event of Muslimah Fun Sharing USU 2017
Langganan:
Postingan (Atom)
Warisan Seliu
WARISAN SELIU “Bukan tentang pantainya, namun tentang permata yang tersimpan menjadi warisan” – Nur Fadilah Alink berkumpul dengan ria di ...
-
Eksistensi Dakwah Pada Generasi Millenial Oleh Nur Fadilah Sebuah ungkapan yang tidak asing lagi di tengah-tengah masyarakat. Kata ...
-
REFLEKSI ALAM BAWAH SADAR MANUSIA Hari Bumi Internasional Oleh : Nur Fadilah “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan k...
-
WARISAN SELIU “Bukan tentang pantainya, namun tentang permata yang tersimpan menjadi warisan” – Nur Fadilah Alink berkumpul dengan ria di ...
